Pesantren Terpadu Al-Aqso Bunga Bondar Sipirok Belajar Budi Daya Lebah Madu di Flora Nauli Siantar

Jumat, 10 Juli 2026 | 09:02:34 WIB
Praktek budi daya lebah madu

Eksklusif-news.com, SIANTAR     

Pesantren Terpadu Al-Aqso Bunga Bondar, Sipirok Tapanuli Selatan, mengutus dua guru untuk belajar berbudi daya lebah madu di Flora Nauli, Jalan Setia Negara, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar.

Keduanya, Fahma Yusmita Siregar SPd, Guru Bidang Studi IPA dan Puzi Pamungkas Harahap, Guru Bidang Studi PAI, diterima instruktur Aam  Hasanuddin S Hut (59) dan Rohman (49). 

“Kedua guru itu belajar budi daya lebah madu untuk diterapkan di pesantren Al-Aqso Bunga Bondar dan kita menerima mereka dengan senang hati,” kata Aam Hasanuddin, Jumat (10/07/2026).

Dijelaskan, kedua utusan pesantren Al-Aqso Bunga Bondar dengan ketua Yayasan Yuriandi Siregar dan  digagasi Ita Siregar, putri dari mantan Gubernur Sumut H Raja Inal Siregar itu,  menyempatkan waktu untuk belajar selama empat hari, Minggu (05/06/2026) sampai Rabu (09/06/2026).

Materi yang disampaikan, selain teori tentang budi daya lebah madu, juga melakukan praktek. Mulai dari pemindahan koloni lebah bersengat dan tidak bersengat, perawatan sampai berburu lebah di luar kompleks Flora Nauli.

“Pelatihan juga meliputi  pengemasan produk menggunakan alat-alat yang memang sudah tersedia di Flora Nauli,” kata pria sebagai penerima penghargaan dari Asosiasi Perlebahan Indonesia sebagai intruktur Andalan Nasional untuk Budi Daya Lebah Apis dan Lebah Kelulut tahun 2024 itu.

Hal yang menarik, terkait pemburuan lebah madu tidak bersengat dan bersengat dilakukan di luar kompleks Flora Nauli sesuai dengan permintaan warga. Diantaranya, memindahkan sarang lebah dari loudspeaker masjid Muhajirin dan dari rumah warga ke dalam kotak yang sudah disediakan.

“Kata warga yang meminta kita memindahkan sarang lebah, karena mereka takut  kena sengat,” kata Aam Hasanuddin sembari mengatakan, peternakan lebah Flora Nauli bukan hanya menghasilkan madu unggulan yang cukup banyak diminati. Lebih dari itu sering dijadikan pusat penelitian dan edukasi. 

Usai pelatihan, utusan Pesantren Terpadu Al-Aqso itu membawa sejumlah alat untuk budi daya lebah madu. Diantaranya, pengasap lebah (Smoker), alat pengaman diri seperti Masker  Baju Lebah dan Topi masker. 

Selain itu, Alat Panen Madu trigona,  koloni lebah madu Heterotrigona itama hasil praktek lapangan,  stup kosong  untuk lebah Apis cerana, toping untuk lebah Heterotrigona itama dan glodogan untuk  memancing lebah Apis cerana. 

“Kalau dikelola dengan baik dan telaten, Pesantren Terpadu Al-Aqso dapat mengembangkan budi daya lebah madu untuk dikembangkan lagi kepada yang lain termasuk melakukan pelatihan kepada kader-kader yang baru,” ujar Aam Hasanuddin.

Pada dasarnya, Amm Hasanuddin yang beristerikan anggota DPRD Pematangsiantar, Hj Sabariah Harahap SPd itu menyatakan, siap melakukan pembinaan kepada semua pihak yang ingin mengembangkan budi daya lebah madu seperti yang sudah dilakukan kepada berbagai elemen lainnya.

Berbagai pihak juga telah mengunjungi Flora Nauli untuk edukasi dan pendidikan maupun   penelitian. Baik dari  masyarakat umum dari berbagai kabupaten dan kota, pelajar dan mahasiswa.

Bahkan, ada mahasiswa S3 IPB menjadikan Flora Nauli Group sebagai bahan desertasi meraih gelar doktor. Pernah juga dikunjungi akademisi dalam negeri dan luar negeri. Salah satu diantaranya, Rektor Universitas Diponegoro dan peneliti dari Singapura. (nas)

Terkini